Revitalisasi SMPN 1 Bawolato Capai 75 Persen, Sekolah Harap Lanjutan Di 2027

banner 120x600
banner 468x60

NIAS, —

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMP Negeri 1 Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, telah mencapai progres 75 persen. Dengan pagu anggaran Rp1.524.003.000, program ini difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi bangunan serta pengadaan fasilitas pendukung pembelajaran.

Kepala SMP Negeri 1 Bawolato, Meimanius Waruwu, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pekerjaan revitalisasi saat ini telah memasuki tahap akhir.

“Progres pekerjaan revitalisasi sampai saat ini sudah mencapai 75 persen,” ujar Meimanius Waruwu kepada awak media di ruang kerjanya, Sabtu (5/9/2026).

Lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi tujuh ruang kelas, satu unit perpustakaan, satu unit laboratorium, dan satu unit toilet siswa. Perbaikan mencakup penggantian atap, pemasangan plafon PVC, kusen, serta daun pintu dan jendela. Khusus toilet siswa, dikerjakan pemasangan keramik dinding dan lantai, kloset, serta wastafel. Program ini juga mencakup pengadaan mebelair laboratorium IPA dan perpustakaan, lengkap dengan pekerjaan lantai keramik dan pengecatan menyeluruh.

Meski progres berjalan signifikan, Meimanius mengakui kebutuhan sarana di sekolah yang menampung 528 siswa dan 35 guru itu belum sepenuhnya terpenuhi. Pihak sekolah masih membutuhkan tambahan rombongan belajar (rombel). Pembangunan drainase dan penataan halaman sekolah juga dinilai mendesak guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman.

“Kita berharap beberapa ruang belajar yang belum masuk anggaran 2026 dapat menjadi perhatian pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun Kementerian Pendidikan,” harapnya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, pelaksanaan revitalisasi berjalan baik, lancar, dan sesuai perencanaan. Sejumlah bangunan yang direhab kini telah memasuki tahap penyelesaian, meliputi pengecatan, pemasangan fasilitas pendukung, serta pembersihan area.

Meimanius menegaskan sarana yang memadai sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang efektif. Ia juga mengungkapkan masih terdapat empat unit bangunan lain di lingkungan sekolah yang belum tersentuh perbaikan dan membutuhkan penanganan serius.

Pihak sekolah berharap Dinas terkait bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat melanjutkan program revitalisasi pada tahun anggaran berikutnya, sehingga seluruh kebutuhan infrastruktur — mulai dari tambahan rombel, empat bangunan yang belum direhab, drainase, hingga penataan halaman — dapat terakomodasi secara bertahap.

(GL.ZEB)

banner 325x300