Aceh Tenggara, –
Warga mengaku kecewa terhadap kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, dalam menangani kebakaran yang terjadi di Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, tepatnya di kawasan Simpang Kelapa Gading, Rabu (16/9/2026).
Kekecewaan tersebut disampaikan mantan Sekretaris Desa Bambel Gabungan yang menilai proses pemadaman api berlangsung kurang maksimal. Terlebih, lokasi kebakaran disebut tidak jauh dari kantor BPBD Aceh Tenggara. Menurutnya, dalam kondisi kebakaran, kecepatan respons dan kesiapan armada pemadam sangat menentukan agar api tidak semakin meluas.
“Kami sangat kecewa melihat kondisi seperti ini. Mobil pemadam yang pertama datang, tetapi air tidak ada atau tidak mencukupi. Saat air keluar pun alirannya disebut tersendat-sendat bahkan sama sekali tidak keluar air sehingga api sempat melebar,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Ia mengatakan, masyarakat berharap petugas pemadam dapat datang dengan armada yang benar-benar siap digunakan, termasuk ketersediaan air dan peralatan pendukung lainnya.
“Dalam kondisi kebakaran, yang dibutuhkan masyarakat adalah respons cepat dan armada yang benar-benar siap digunakan,” tegasnya.
Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi perhatian serius karena keterlambatan maupun kendala teknis pada armada pemadam dapat memperbesar risiko kerugian bagi masyarakat.
Warga berharap BPBD Aceh Tenggara melakukan evaluasi terhadap kesiapsiagaan armada dan memastikan seluruh kendaraan pemadam dalam kondisi layak operasional, terutama ketika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam situasi darurat.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak BPBD Aceh Tenggara maupun Kalaksa BPBD Mohd. Asbi, S.STP, M.AP, belum memberikan keterangan terkait kendala armada maupun ketersediaan air saat proses pemadaman tersebut.
(Angah Selian)










