Bupati Eliyunus Hibahkan Lahan 3.845 M² untuk PLTD 10 MW, Target Nyala Oktober 2026

banner 120x600
banner 468x60

Nias Barat, –

Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan PT PLN (Persero) UP3 Nias resmi menandatangani Perjanjian Hibah Daerah berupa tanah seluas 3.845 meter persegi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kabupaten Nias Barat, Kamis (18/9/2026).

Hibah lahan tersebut menjadi fondasi percepatan penguatan sistem kelistrikan di Nias Barat guna menekan gangguan padam dan menjamin keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu menegaskan, hibah ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemkab dalam memperkuat infrastruktur dasar.

“Hari ini komitmen itu kita wujudkan melalui penandatanganan perjanjian hibah tanah untuk pembangunan PLTD. Pemda siap mendukung sesuai kewenangan agar pembangunan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Eliyunus.

Menurutnya, listrik bukan sekadar soal penerangan, melainkan fondasi utama pembangunan daerah.

“Listrik adalah fondasi untuk pendidikan, kesehatan, UMKM, pelayanan publik, hingga investasi. Penguatan sistem kelistrikan adalah salah satu pilar penting dalam mewujudkan Nias Barat yang Cerdas, Sejahtera dan Sehat (CERAH),” tegasnya.

Untuk memastikan pembangunan berjalan lancar, Eliyunus memastikan Pemkab akan mengawal penuh pembangunan jaringan di lapangan.

Ia telah memerintahkan perangkat daerah terkait untuk turun bersama PLN mulai Senin (22/9/2026) melakukan pemetaan jalur, termasuk penanganan akses jalan, pemasangan tiang, penarikan kabel, hingga pembersihan pohon yang berpotensi menghambat pekerjaan.

“Prinsipnya, jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa kita selesaikan bersama justru menghambat pembangunan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Manager PLN UP3 Nias, Leonard Tulus M. Panjaitan, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Pemkab telah membahas sejumlah aspek teknis, mulai dari jalur jaringan dari lokasi pembangkit menuju Gardu Hubung (GH), jaringan keluar dari GH, hingga titik-titik yang bersinggungan dengan jalan dan tanaman.

“Kami menargetkan peningkatan kapasitas dan keandalan pasokan hingga 10 Megawatt (MW),” sebut Leonard.

Ia menambahkan, beberapa titik secara spesifik akan ditinjau bersama di lapangan. Mobilisasi material akan segera dilakukan seiring pemetaan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemkab Nias Barat sehingga berbagai persoalan teknis yang berpotensi menjadi hambatan dapat diselesaikan bersama. Harapan kami sangat besar agar apa yang menjadi tujuan bersama dapat tercapai,” ujar Leonard.

Sejalan dengan semangat Nias Barat CERAH, kami sebagai insan PLN ingin ikut memberikan terang dan mendukung kemajuan Kabupaten Nias Barat,” pungkasnya.

Dengan ditandatanganinya perjanjian hibah ini, pembangunan PLTD dan jaringan pendukungnya ditargetkan sudah beroperasi pada Oktober 2026, yang diharapkan tidak hanya meningkatkan keandalan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Nias Barat.

(GL.ZEB)

banner 325x300