ACEH TENGGARA, —
Perilaku yang diduga tidak senonoh yang ditampilkan sejumlah oknum tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas Mamas, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi sorotan tajam masyarakat setelah videonya viral di media sosial pada Rabu, (2/9/2026). Dalam video yang beredar, mereka terlihat sedang menikmati es krim, namun di saat yang sama memperagakan gerakan-gerakan yang dinilai tidak senonoh, tidak pantas, dan mencoreng citra aparatur sipil negara (ASN).
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Anugrah Selian dan dengan cepat menyebar luas, memicu beragam tanggapan negatif dari masyarakat. Warga menilai, jika benar mereka adalah tenaga kesehatan sekaligus ASN, perilaku tersebut sangat tidak pantas, terlebih disebarkan secara luas hingga menjadi konsumsi publik yang merugikan nama baik institusi kesehatan.
“Kalau memang benar mereka tenaga kesehatan, seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Jangan sampai perilaku pribadi justru mencoreng nama baik ASN dan institusi,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Masyarakat pun mempertanyakan kesadaran mereka sebagai pelayan publik yang seharusnya menjaga sikap dan etika, baik di lingkungan kerja maupun di ruang publik. Perilaku yang terekam dan tersebar di media sosial ini diduga telah melanggar norma kesopanan serta kode etik ASN, dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan setempat.
Warga secara luas meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tenggara, Yusrizal S. T. T, untuk segera memanggil dan meminta klarifikasi tegas kepada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam video tersebut. Pemanggilan ini dinilai mendesak untuk memastikan kebenaran identitas, konteks kejadian, serta meneliti apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan kedisiplinan maupun kode etik ASN yang berlaku.
Masyarakat menuntut persoalan ini ditangani secara objektif, transparan, dan profesional. Jika setelah pemeriksaan terbukti ada pelanggaran, pemerintah daerah diminta tidak segan-segan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, demi menjaga wibawa pemerintah daerah dan institusi kesehatan.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari Sekda Yusrizal maupun pihak terkait. Kepala Puskesmas Mamas, Sri Rahmayanti, SKM, MM, juga belum memberikan tanggapan atau klarifikasi apapun. Awak media terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang diduga terlibat maupun pimpinan instansi terkait. Jika nanti diperoleh keterangan resmi, berita ini akan diperbarui agar tetap berimbang dan akuntabel.
(Angah Selian)










