Nias Selatan, –
Momen kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ke Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Senin, sore (27/7/2026) kemarin menarik perhatian masyarakat. Selain agenda kunjungan pembuatan Bawomataluo Expo IV, posisi para pejabat daerah yang mendampingi Menteri dalam sejumlah rangkaian kegiatan turut menjadi perhatian.
Berdasarkan pantauan wartawan dari dokumentasi video kegiatan, Wakil Bupati Nias Selatan tampak mendampingi Menteri Kebudayaan sejak berjalan menuju lokasi acara. Keduanya terlihat berjalan berdampingan menuju panggung utama, sementara Bupati Nias Selatan berjalan beberapa langkah di belakang rombongan.
Sesampainya di panggung tempat para duduk para bangsawan, posisi tersebut kembali terlihat ketika para pejabat duduk di hadapan masyarakat dan pengunjung di halaman desa Bawomataluo. Menteri Kebudayaan duduk berdampingan dengan Wakil Bupati Nias Selatan, sedangkan Bupati berada di sisi lain.
Selain itu, warna pakaian yang dikenakan Menteri Kebudayaan dan Wakil Bupati yang sama-sama bernuansa krem turut membuat keduanya tampak menonjol dalam dokumentasi kegiatan.
Momen tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat setelah video kegiatan beredar di berbagai platform media sosial dan aplikasi perpesanan.
Sekertaris Forum Wartawan Hukum (FORWAKUM) Kepulauan Nias, Daniel Simanjuntak, menilai bahwa setiap agenda pejabat negara yang terbuka untuk umum akan selalu menjadi ruang pengamatan publik.
“Setiap kegiatan pejabat publik yang terdokumentasi tentu akan diamati masyarakat. Media memiliki tugas menyampaikan fakta-fakta yang terlihat di lapangan secara utuh, sedangkan masyarakat berhak memberikan penilaian berdasarkan informasi yang benar dan lengkap,” ujarnya.
Menurut Daniel, yang paling penting adalah informasi disampaikan secara objektif tanpa membangun asumsi yang tidak didukung fakta.
“Kalau ada momen yang menarik perhatian publik, itu sah-sah saja diberitakan sepanjang berdasarkan hasil pengamatan dan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun media juga harus menghindari spekulasi. Biarkan fakta berbicara, dan publik yang menilai,” tutup Daniel.
Berita ini disusun berdasarkan hasil pantauan langsung wartawan serta dokumentasi video yang beredar selama rangkaian kunjungan Menteri Kebudayaan di desa Bawomataluo, tanpa bermaksud menarik kesimpulan di luar fakta yang tampak dalam kegiatan tersebut.
(GL.ZEB)










