Peletakan Batu Pertama SPKKL Bakamla RI, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia: Kekuatan Pengawasan Laut Semakin Kokoh

banner 120x600
banner 468x60

Nias Selatan, —

Wilayah perairan Nias Selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia kini semakin diperkuat sistem pengawasannya. Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI resmi memulai pembangunan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Alo’oa, Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama, Selasa (15/9/2026).

Prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan secara langsung dan dihadiri oleh Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, serta para tamu undangan.

Pembangunan SPKKL ini merupakan langkah strategis mengingat posisi Kepulauan Nias yang berada di kawasan terluar Indonesia. Perairan yang terbentang luas dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia memerlukan sistem pemantauan andal guna mendeteksi pergerakan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi potensi gangguan keamanan dan keselamatan laut.

Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., menjelaskan bahwa SPKKL dirancang untuk memperkuat kemampuan deteksi dini dan pemantauan aktivitas di perairan.

“Keberadaan stasiun pemantauan ini bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dini dan pemantauan aktivitas perairan. Selain itu, mempercepat respons terhadap berbagai potensi ancaman di laut serta memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut,” ujar Irvansyah.

Sementara itu, Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menilai kehadiran fasilitas ini memiliki makna sangat penting bagi daerah kepulauan.

“Keberadaan SPKKL Bakamla RI sangat penting bagi wilayah Kepulauan Nias, khususnya Nias Selatan. Ini untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir dan para pelaku aktivitas kelautan,” ungkap Bupati.

Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan fisik stasiun pemantauan yang akan menjadi “mata dan telinga” pengawasan di perairan garis depan Indonesia. Diharapkan, kehadiran fasilitas ini dapat meningkatkan keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan masyarakat yang bermata pencaharian di laut.

(GL.ZEB)

banner 325x300