TEBING TINGGI, –
Tidak sekadar merayakan hari jadi, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kota Tebing Tinggi memilih cara berbeda dalam memperingati Anniversary ke-2. Di tengah suasana sederhana namun penuh makna, sebanyak 20 anak yatim piatu menjadi pusat perhatian dalam kegiatan yang digelar di Sekretariat AKPERSI, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Jumat (7/8/2027).
Suasana haru langsung terasa sejak awal kegiatan. Lantunan doa yang dipimpin Ustad Sayid Muzni mengalun khidmat, menyatukan harapan, rasa syukur, dan kepedulian dalam satu ruang kebersamaan. Bukan sekadar seremoni organisasi, momentum ini menjelma menjadi ruang berbagi dan refleksi.
Satu per satu anak yatim menerima santunan dengan wajah penuh harap. Senyum mereka menjadi potret sederhana tentang arti kehadiran sebuah organisasi di tengah masyarakat—bahwa pers tidak hanya bicara berita, tetapi juga empati.
Ketua DPC AKPERSI Kota Tebing Tinggi, M. Yusuf Nasution, C.EJ., C.BJ., C.In., C.ILJ., dalam sambutannya menegaskan bahwa usia dua tahun bukanlah waktu yang panjang, namun cukup untuk membuktikan komitmen.
“AKPERSI tidak boleh hanya hadir dalam tulisan, tetapi juga dalam tindakan nyata. Hari ini kita memilih berbagi, karena di sinilah nilai kemanusiaan diuji,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, integritas dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan. Menurutnya, insan pers memiliki tanggung jawab moral, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus DPC AKPERSI Kota Tebing Tinggi serta rekan-rekan media lokal. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa solidaritas antar jurnalis tidak hanya dibangun di ruang redaksi, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.
Perayaan yang berlangsung tanpa kemewahan itu justru meninggalkan kesan mendalam. Tidak ada panggung megah, tidak ada gemerlap berlebihan—yang ada hanyalah kebersamaan, kepedulian, dan komitmen untuk terus memberi arti.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Namun lebih dari sekadar dokumentasi, momen itu menjadi simbol bahwa perjalanan AKPERSI ke depan tidak hanya akan diukur dari seberapa banyak berita yang ditulis, tetapi juga dari seberapa besar dampak yang dirasakan masyarakat.
Di usia yang ke-2 ini, AKPERSI Tebing Tinggi seperti mengirim pesan tegas: pers yang kuat bukan hanya yang lantang bersuara, tetapi juga yang hadir dan peduli.
(Wna)










