PROYEK P3-TGAI Desa Kutambaru Bencawan Disorot, Aktivis Minta APH Dan Dinas Terkait Turun Kelapangan

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Kutambaru Bencawan, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga dikerjakan asal-asalan sehingga kualitas dan daya tahan hasil pekerjaan dipertanyakan, Kamis, (3/9/2026).

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, pada papan informasi proyek tercantum besarnya anggaran mecapai Rp 195 juta, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026, dan sebagai pelaksana P3A Sri Utama.Namun, pada papan proyek tersebut tidak dicantumkan berapa volume pekerjaan, sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keterbukaan informasi proyek.
Kondisi pekerjaan yang diduga tidak maksimal tersebut juga memunculkan kekhawatiran masyarakat. Mereka mempertanyakan apakah pelaksanaan proyek telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan perencanaan yang ditetapkan.

Sejumlah pihak menilai pengawasan terhadap proyek pemerintah harus dilakukan secara serius. Sebab, apabila pekerjaan benar-benar tidak sesuai spesifikasi, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas serta usia pemanfaatan bangunan.
Menyikapi persoalan tersebut, Ketua sepuluh pemuda Kabupaten Aceh Tenggara, Dahrinsyah angkat bicara. Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek.
“APH dan dinas terkait harus turun ke lapangan dan melakukan cross-check. Jangan hanya melihat laporan di atas kertas. Periksa apakah volume dan kualitas pekerjaan sudah sesuai dengan kontrak serta spesifikasi teknis yang ditetapkan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak maupun spesifikasi, ia meminta agar persoalan tersebut ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang ditemukan indikasi pekerjaan asal-asalan atau tidak sesuai spesifikasi, tentu harus ada pemeriksaan lebih lanjut. Jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah digunakan, tetapi kualitas pembangunan justru diabaikan,” tegasnya.

Ia berharap pengawasan terhadap proyek P3-TGAI di Desa Kutambaru Bencawan dilakukan secara terbuka dan profesional, sehingga pembangunan yang menggunakan anggaran APBN tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai sorotan terhadap pekerjaan tersebut. Konfirmasi dan klarifikasi dari pihak terkait tetap masih diupayakan untuk memperoleh informasi yang berimbang, jika ada klarifikasi secara resmi dari pihak pelaksana dan instansi media ini akan tetap membuat pemberitaan lanjutan.

(Angah Selian)

banner 325x300