Rehabilitasi Jalan Desa Simpang Empat Disorot, Warga Desak Instansi Terkait Dan APH Turun Ke Lapangan

banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tenggara, –

Pengerjaan proyek rehabilitasi jalan di desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBK-DOKA Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai anggaran mencapai Rp1.975.525.000., Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pekerjaan tersebut menggunakan volume aspal AC-BC. Sementara itu, pihak yang tercantum dalam pelaksanaan kegiatan masing-masing CV Cicuba Consultant sebagai perencana, CV Karta Abadi sebagai pelaksana, serta CV Alpin Patiraya Consultant sebagai pengawas.

Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek tersebut. Mereka menduga pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut dikerjakan tidak maksimal dan berpotensi mengabaikan kualitas, apabila pelaksanaannya tidak dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

“Kami meminta instansi terkait jangan hanya melihat laporan administrasi, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap kualitas pekerjaan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Menurut warga, dengan nilai anggaran yang cukup besar, pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut seharusnya dikerjakan dengan mengutamakan kualitas dan ketahanan jalan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Warga juga meminta adanya pemeriksaan terhadap material yang digunakan, ketebalan lapisan aspal, proses pengerjaan, volume pekerjaan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.

Selain meminta instansi teknis melakukan cross-check ke lapangan, warga juga mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya pihak berwenang di Aceh Tenggara, untuk melakukan penelusuran apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Namun, kalau memang ada dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, sebaiknya diperiksa secara terbuka. Jangan sampai proyek dengan anggaran besar justru kualitasnya tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” tambah warga.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, sehingga dapat diketahui apakah pelaksanaan rehabilitasi jalan tersebut telah sesuai dengan kontrak, spesifikasi teknis, volume, serta standar mutu pekerjaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana, konsultan perencana maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan dan dugaan tersebut. Awak media ini masih tetap melakukan konfirmasi kepada pihak terkait dalam pengerjaan proyek rehabilitasi jalan tersebut, jika nanti ada informasi secara resmi, media ini akan tetap membuat berita lanjutan demi keberimbangan didalam pemberitaan.

(Angah Selian)

banner 325x300