ACEH TENGGARA, –
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara dikepung banjir sejak Minggu pagi. Banjir tersebut terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari, Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Lawe Kisam di Desa Lawe Kining, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Jebolnya tanggul tersebut menyebabkan luapan air menggenangi sejumlah kawasan, termasuk area sekitar kantor BPBD dan permukiman warga. Dampak banjir tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak, tetapi juga mengganggu akses transportasi. Ruas Jalan Kutacane – Medan dilaporkan lumpuh total akibat genangan banjir sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi ini berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta mobilitas pengguna jalan yang hendak melintas ruas jalan raya menuju Kutacane jadi terhambat, sehingga pengguna jalan harus melalui arus jalan alternatif di daerah sekitar.
Banjir yang turut mengepung kantor BPBD menjadi perhatian tersendiri, mengingat instansi tersebut memiliki peran penting dalam penanganan bencana, koordinasi evakuasi, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir. Pengguna jalan juga diharapkan tidak memaksakan diri melintasi ruas jalan yang masih terendam derasnya arus air.
Hingga berita ditayangkan, informasi mengenai jumlah rumah terdampak, terkait korban, ketinggian air, serta langkah penanganan darurat dari pihak terkait masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan penanganan terhadap dampak jebolnya tanggul Lawe Kisam, memastikan keselamatan warga, serta memulihkan akses transportasi setelah kondisi dinyatakan aman.
Mohammad Asbi, selaku kepala pelaksana BPBD Aceh Tenggara belum dapat dihubungi awak media terkait pasca banjir yang mengepung kantor BPBD dan permukiman warga sekitar.
(Angah Selian)










