NIAS, —
Ruas Jalan Provinsi Km 47 di Desa Sindondo, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, diterjang banjir dan longsor pada Minggu (9/8/2026), memutus akses utama penghubung sejumlah wilayah sekaligus melumpuhkan mobilitas dan roda perekonomian masyarakat secara menyeluruh.
Jalan yang putus tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bawolato dengan Teluk Dalam serta pusat pemerintahan Kabupaten Nias. Akibat longsoran yang menutupi seluruh badan jalan, wilayah tersebut kini terisolir total. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas kedua arah.
Kepala Desa Sindondo, Efori Gea, menyampaikan kepada wartawan Jurnalis7.online bahwa kerusakan jalan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Ruas jalan ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan 15 kecamatan dengan ibu kota Kabupaten Nias dan wilayah lainnya di Kepulauan Nias. Seluruh aktivitas warga dan distribusi kebutuhan harian kini terhenti sepenuhnya.
“Seluruh aktivitas dan roda perekonomian masyarakat lumpuh total karena ruas jalan ini merupakan akses utama penghubung 15 kecamatan dengan ibu kota Kabupaten Nias dan daerah lain di Kepulauan Nias,” ujar Efori Gea.
Efori Gea juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, pada Mei 2026, pihak pengawas dari PU Provinsi Sumatera Utara, Ginting (PPK 35), telah melakukan penenderan/pemeliharaan pada ruas jalan tersebut. Namun longsor tetap terjadi, menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas penanganan yang telah dilakukan.
Kondisi darurat ini menuntut perhatian segera dari pemerintah. Jika akses tidak segera dipulihkan, masyarakat dikhawatirkan semakin kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi bahan pokok dan pelayanan dasar.
“Harapan kami, pemerintah tanggap dan segera melakukan perbaikan agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali normal,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Nias bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta instansi terkait telah turun meninjau lokasi kejadian. Efori Gea berharap peninjauan tersebut segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.
“Kami berharap ada perhatian cepat agar akses jalan segera normal kembali,” ujarnya.
Putusnya ruas jalan provinsi ini menjadi persoalan serius karena menjadi jalur vital bagi 15 kecamatan. Penanganan darurat dan cepat sangat diperlukan agar wilayah yang kini terisolir dapat segera terhubung kembali dengan pusat pemerintahan dan daerah lainnya.
(GL.ZEB)










