Aceh Tenggara, –
Respons penanganan masyarakat korban banjir di Kabupaten Aceh Tenggara menjadi sorotan. Kali ini, Kapolres Aceh Tenggara diduga harus mengambil peran yang menjadi tuntutan masyarakat terhadap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Tenggara, Bahagia Wati. Peristiwa tersebut terjadi saat warga Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, dilanda musibah banjir hingga berujung aksi pemblokiran jalan nasional lintas Aceh Tenggara–Sumatera Utara, Jumat, (30/10/2026).
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, warga Desa Kuning I mulai memblokir ruas jalan nasional sejak Kamis (30/10/2026) pagi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus upaya mendesak pemerintah daerah agar segera memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak banjir.
Dalam tuntutannya, sejumlah warga, khususnya kaum ibu-ibu, meminta Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagia Wati, agar turun langsung ke Desa Kuning I untuk melihat kondisi dan mendengarkan keluhan masyarakat korban banjir.
Bahkan, tuntutan para ibu-ibu tersebut turut beredar di media sosial. Mereka menyatakan tidak akan membuka kembali akses jalan nasional yang diblokir sebelum Kepala Dinas Sosial hadir langsung menemui masyarakat.
Namun, harapan warga atas kehadiran Kadis Sosial tersebut tak kunjung terwujud.
Situasi kemudian mendapat perhatian setelah sekitar pukul 16.30 WIB, Kapolres Aceh Tenggara turun langsung ke Desa Kuning I untuk menemui warga.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Aceh Tenggara itu sedikit meredam emosi masyarakat, khususnya para ibu-ibu yang sebelumnya menyuarakan tuntutan agar pemerintah melalui Dinas Sosial segera hadir di tengah warga terdampak banjir.
Kondisi tersebut pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa warga yang sedang mengalami musibah banjir harus menunggu begitu lama untuk mendapatkan perhatian langsung dari instansi yang memiliki tugas dalam urusan sosial?
Kapolres yang turun menemui masyarakat tentu menjadi bagian dari respons terhadap situasi di lapangan. Namun, kehadiran aparat kepolisian tidak seharusnya menggantikan tanggung jawab pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, dalam memastikan kebutuhan dan penanganan warga terdampak bencana.
Masyarakat berharap Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhri, segera mengevaluasi respons jajarannya serta memastikan Dinas Sosial hadir memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Tempat terpisah, Bahagia Wati selaku Kadis Sosial Aceh Tenggara, saat dilakukan konfirmasi awak media Jurnalis7.Online, melalui pesan singkat via aplikasi WhatsApp, Bahagia Wati menjelaskan, “Kemarin Tim Tagana sudah turun ke lokasi atau ke Desa Kuning Pak, dan Tim Tagana Bersama kepala desa kuning telah melakukan pendataan. Dan saat ini kami telah turun langsung ke desa kuning untuk menyalurkan bantuan pak, tepatnya, Jumat 30 Oktober 2026 pukul 11:35 wib ini tadi pak,” jelasnya singkat.
(Angah Selian)










