Medan Sulit Tak Halangi Peninjauan Jalan Di Onolalu, Pemkab Nias Selatan Bidik Pembangunan 2027

banner 120x600
banner 468x60

Nias Selatan, —

Medan yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat tidak menghalangi langkah Bupati Nias Selatan, Sokhiatulö Laia, beserta jajaran untuk meninjau langsung rencana pembangunan jalan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Onolalu, Jumat (16/10/2026).

Rombongan yang turut didampingi sejumlah anggota DPRD, Kepala Dinas PUTR Kasiaro Ndruru, dan Camat Onolalu, terpaksa berjalan kaki menyusuri jalur yang direncanakan. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan serta memastikan kebutuhan pembangunan yang telah dilaporkan sesuai dengan kenyataan di lokasi.

Pentingnya Konektivitas Jalan bagi Masyarakat

Melalui akun media sosial resminya, Bupati menegaskan bahwa setiap usulan infrastruktur harus ditinjau langsung ke lokasi sebelum ditindaklanjuti, agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Konektivitas jalan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Akses yang lebih baik akan memperlancar hubungan antarwilayah serta membuka peluang perkembangan ekonomi setempat,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menargetkan pembangunan jalan konektivitas ini dapat dimulai pada tahun 2027. Namun, rencana tersebut masih memerlukan penyelesaian administrasi dan kelengkapan dokumen hibah lahan. Bupati telah meminta instansi terkait mempercepat penyelesaian persyaratan tersebut agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai target.

Apresiasi dan Harapan FORWAKUM

Sekretaris Forum Wartawan dan Aktivis Kepulauan Nias (FORWAKUM), Daniel Simanjuntak, mengapresiasi langkah Bupati yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan gaya kerja Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

“Kunjungan lapangan adalah langkah penting agar kebijakan pembangunan didasarkan pada kondisi nyata di masyarakat. Namun, hal ini harus diikuti dengan perencanaan yang matang, kepastian anggaran, serta pelaksanaan yang transparan agar tidak berhenti hanya di atas kertas,” ungkap Daniel.

Perlu Kejelasan Data dan Anggaran

Saat ini, informasi terkait panjang ruas jalan, titik awal dan akhir jalur, wilayah yang akan terhubung, serta estimasi kebutuhan anggaran pembangunan belum dirinci secara resmi. Kejelasan aspek-aspek tersebut, termasuk status perencanaan dan kesiapan pendanaan tahun 2027, sangat diperlukan untuk memastikan rencana pembangunan dapat berjalan lancar dan transparan bagi masyarakat luas.

(GL.ZEB)

banner 325x300